-
posted by Anindya Sep 10th, 2009
Ulang tahun Akila ke-2
Tak terasa waktu kembali mengantar kita ke tengah Ramadhan. Walaupun bulan suci ini akan segera berakhir, saya ingin membuat beberapa catatan kecil.
Buat saya, ada dua hal yang membuat bulan Ramadahan kali ini menjadi spesial. Pertama, ulang tahun anak saya yang terakhir, Akila Abunindya Bakrie, jatuh di bulan suci ini. Kedua, tradisi keluarga kami di bulan Ramadhan masih terus terjaga hingga kini.
Pada 1 September 2009 lalu, anak ketiga saya, Akila, merayakan ulang tahunnya yang ke-2. Ulang tahun Akila pekan lalu tak hanya dihadiri oleh keluarga dekat, kerabat, dan kolega, tapi juga dimeriahkan oleh kedatangan 25 anak yatim dari Panti Asuhan Al-Istiqomah Pejaten, Pasar Minggu.
Saya sendiri masih terus belajar untuk menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak saya. Namun, sejak awal saya punya komitmen untuk memperkenalkan kehidupan nyata di luar rumah kepada anak-anak saya, agar wawasan mereka menjadi luas.Saya ingin mengajak anak-anak saya untuk lebih sering mengunjungi tempat-tempat seperti panti asuhan, supaya mereka mengerti bahwa dalam hidup ini, ada juga orang-orang yang kurang beruntung, ada juga anak-anak yang orang tuanya sudah tidak lengkap. Ini untuk mengasah kepedulian sosial mereka sedari dini. Selain itu, hal ini pun saya niatkan untuk berbagi sedikit rizki supaya anak-anak yatim itu juga bisa turut bergembira bersama kami, sebagaimana layaknya anak-anak di usia mereka.
Dengan tujuan untuk mengasah kepedulian sosial itu juga, saya upayakan untuk sering mengajak anak-anak saya mengunjungi berbagai tempat, agar mereka juga mengerti keragaman daerah, sosial, dan budaya. Untuk pendidikan, selain bersekolah, saya berusaha mengimbangi pendidikan anak-anak saya dengan pendidikan agama. Tiap sekali sepekan, mereka belajar mengaji kepada guru agama. Menurut saya ini penting, karena saya tidak ingin anak saya mengenyam pendidikan tinggi, tapi tidak tahu pelajaran agama dan tidak punya ahlak yang baik.
Di luar itu semua, kata orang, yang paling penting untuk anak-anak adalah pendidikan di rumah. Sejak kecil, saya selalu ditanamkan oleh ayah dan kakek saya tentang pentingnya arti kekeluargaan. Ada satu tradisi keluarga besar Achmad Bakrie yang hingga kini masih terus kami jalankan. Kami selalu berkumpul bersama pada hari pertama dan hari terakhir Ramadhan. Sekitar pukul 03.30 pagi pada hari pertama sahur, seluruh keluarga—mulai dari nenek, anak, dan cucu—pasti berkumpul di rumah Simprug.
Roti bakar Ibu Roos yang menjadi rebutan saat buka puasa keluarga besar
Di situ kami melakukan ibadah bersama–shalat subuh bersama, sahur, berbuka puasa, dan shalat tarawih bersama. Seingat saya, tradisi itu sudah berjalan dan saya ikuti sejak saya masih berusia empat atau lima tahun. Yang seru, di acara itu kami punya panganan favorit yang selalu menjadi rebutan: roti bakar buatan Ibu Roos (istri mendiang kakek kami, Achmad Bakrie).
Saya berani bilang, kelezatan roti bakar ini boleh diadu dengan roti bakar Eddy. Seandainya menyaksikan bagaimana rusuhnya kami berebut roti bakar buatan Bu Roos, mungkin orang akan kebingungan melihatnya.
Intinya, di saat-saat seperti ini kami tak hanya melakukan ibadah bersama. Dari sinilah muncul rasa kebersamaan dalam keluarga kami. Saya pikir dari sini lah sebenarnya keluarga kami selalu dikuatkan. Uang atau bisnis keluarga bisa kembang-kempis, naik turun, tapi kebersamaan harus selalu kuat. Bila salah satu dari keluarga kami sedang memiliki masalah, semua akan berusaha membantu.
Kebersamaan ini juga yang saya harapkan akan terus tertanam dalam diri anak-anak saya. Dan lebih luas dari itu, saya berharap agar Ramadhan akan selalu menyemai benih-benih kebersamaan di antara kita sebagai bangsa.
12 Responses to “Ramadhan di Keluarga Kami”
Leave a Reply
INSTAGRAM
TWITTER
FACEBOOK
-
Assalamualaikum wr.wb.
Pak Anin,saya dan suami sangat kagum kepada keluarga anda.(kami nonton tayangan anda dan keluarga buka bersama dengan yang terkena bencana lumpur). Mudah- mudahan anda sekeluarga selalu istqomah di jalan Nya, dan saya berdoa agar anda sekeluarga Bakri Brothers selalu ada dalam lindungan Allah SWT. Amin
Dan membaca kedekatan anda dengan keluarga membuat tambah kekaguman saya. Semoga kamipun bisa seperti keluarga anda,saling membantu, rukun dan menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Please, pray for us too.Thanks
Wasalamualaikum wr.wb.
Assalamualaikum wr. wb., terima kasih atas sambutannya. Saya rasa di bulan Ramadhan ini adalah saat yang tepat untuk mempererat tali silaturami dan juga berbagi dengan yang membutuhkannya. Wassalamualaikum wr. wb.
Selalu ada jalan untuk peduli dengan orang lain 😀
selamat datang di ranah blog, pak anin. biar lambat, yang penting ada. salam
Semoga apa yng ditayangkan kemarin bukan sesaat, semoga itu juga tak masuk dalam kategori riya’, wallahua’lam Riya’ atau sum’ah hanya Allah SWT yang maha Mampu menghitungnya.
Semoga yang dilakukan kemarin berlanjut seterusnya, supaya tak ada lagi jeritan keluarga .. tak ada tambahan orang stress di SIDOARJO gegara kehilangan pekerjaan … hanya satu mas, bukan sesaat demi sebuah kursi empuk di bawah pohon yang rindang itu.
Amin. Walau tentu apa yang kami lakukan penuh dengan kekurangan, Insya Allah semua itu berdasarkan keikhlasan dan ketulusan. Terima kasih untuk mengingatkan.
Assalaamu’alaikum Wr.Wb.
Pak Anin, saya turut bahagia atas komitmen dan keberpihakannya kepada rakyat atau masyarakat kecil yang mengalami penderitaan. Semoga hal ini akan menjadi ruh dalam setiap gerak langkah yang diambil oleh Pak Anin di masa yang akan datang.
Sebagaimana yang sering terlontar pada diskusi kecil ketika bertemu…Pak Anin kadang menyelipkan sebuah hadits Nabi yang agung: “Sebaik – baiknya manusia adalah mereka yang banyak bermanfaat untuk orang lain”.
Semoga saja ini merupakan sebuah upaya panjang untuk menuju kepada perbaikan nasib orang yang butuh pertolongan..Amin
Salam.
Assalamualaikum wr. wb.,
Sutan Anin, setelah membaca tulisan Sutan diatas saya jadi membayangkan roti bakar buatan Ibu Roos… wow pastinya ueeeennnaaakkk tenan yah??? jd pingin coba… hehe..
Wassalamualaikum wr. wb.
Bangsa yang besar selalu dibangun oleh barisan keluarga yang kokoh dan mulia.
Great family, great nation !!
Assalaamu’alaikum Wr.Wb.
Sebagai barudak pekerja di bidang agency iklan yang selalu gegap gempita dengan deadline mendapat ketenganan walau hanya 30 menit adalah hal yang luar biasa.
Sama luar biasanya pada sekitar Pkl. 16:10 saya menemukan blog Mas Anin ini… Membaca tulisan Mas dan sedikit menambahkan apa yang dinamakan “theater of mind” membuat flashback ke masa kecil saya dan membuat saya tersenyum di hati.
Terima kasih sudah memberikan saya kemewahan berupa ilmu/cerita/sharing walau sesaat disaat sedang lelah2nya.
Wassalamualaikum wr. wb.
Dear Pak Anin, (kalau di rumah, saya mestinya menyapa dgn sebutan gelar Sutan Anin, hehe…)
Wallahu’alam…2 topik ini sgt menarik utk saya, at least bisa dijadikan suatu bahan referensi buat saya bgmn seorang pemimpin itu seharusnya bersikap dan bertindak di tempat ia bekerja serta di rumah tempat ia memimpin keluarganya. Jika kedua hal ini berhasil diharmoniskan, Insya ALLAH saya haqqul yaqin, Sang Khaliq akan senantiasa menuntun Pak Anin disetiap langkah kehidupan ini…
Wassalaamu’alaikum…
Syahreza
wah salut sama pak Anin dan keluarga, senang melihatnya bisa sukses dengan pekerjaan dan bisnis tapi dengan keluarga juga kompak…
Sukses selalu ya pak..
keep low profile dan down to earth