SEARCH :
  • posted by Jun 30th, 2011

    Opening Remarks The Bakrie Center Foundation (BCF) Forum. Jakarta, Monday, 27th June 2011

    bcfAssalamualaikum Wr. Wb.

    Excellencies,

    Distinguished Guests,

    Students, Ladies and Gentlemen

    Good morning.

    On behalf of the Bakrie Center Foundation, welcome to today’s conference, called Indonesia’s Year, ASEAN’s Future. Today, we are also going to award scholarships to 107 Indonesian students from 12 local and foreign universities.

    Before I go any further,I would like to offer my apologies for not speaking in Bahasa Indonesia today. As a courtesy to our foreign guests, I will be speaking in English. This is actually a deceptive strategy. If what I am about to say doesn’t make any sense, it must be because English is not my first language. Continue Reading »

  • posted by Jun 17th, 2011

    5814258876_053b09d138_zSetelah beberapa kali diundang menjadi dosen tamu di beberapa universitas, Rabu 8 Juni lalu saya kembali diundang untuk memberikan kuliah umum. Kali ini saya memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan. Saat itu saya juga datang bersama rombongan Bakrie Center Foundation (BCF) untuk memberikan beasiswa untuk mahasiswa di sana.

    Secara umum, kuliah umum saya di Unhas sama seperti kuliah umum saya sebelumnya. Antusiasme mahasiswanya juga cukup tinggi. Materi yang saya berikan juga sama, mengenai kewirausahaan. Materi ini yang selalu saya angkat, karena saya ingin lebih banyak anak muda Indonesia terinspirasi untuk menjadi wirausahawan. Karena saya yakin, semakin banyak wirausahawan di negeri ini, maka kemajuan akan semakin mudah di dapat.

    Dalam tulisan ini, saya akan membahas sebagian materi kuliah umum saya di Unhas. Bagian lain sudah pernah saya bahas dalam tulisan saya sebelumnya di blog ini. Bisa dibaca di tulisan soal kualiah umum di Prasetya Mulya, IPB, maupun Trisakti. Continue Reading »

  • posted by Jun 17th, 2011

    nusantara incubationSaat peluncuran program “Bakrie Telecom Media & Technology Vision 2015″ atau Bakrie TMT 31 Maret 2011 lalu saya mengatakan bahwa kami akan membangun visi dan mimpi bersama. Saat itu saya katakan bahwa kami akan memberi kesempatan para entrepreneur teknologi (teknopreneur) untuk mewujudkan mimpi bersama itu. Saat itu juga saya katakan bahwa kami akan menyediakan inkubator bagi para teknopreneur untuk tujuan itu.

    Sebagai tindak lanjut dan realisasi hal itu, Senin, 13 Juni kemarin,bertempat di Kawasan Rasuna Epicentrum saya meluncurkan Nusantara Incubation Fund (NIF). Inilah program yang saya janjikan saat peluncuran Bakrie TMT Maret lalu. ini merupakan langkah konkrit kami untuk mencetak dan membesarkan para teknopreneur di Indonesia.

    Seperti yang saya katakan saat acara peluncuran Bakrie TMT, kami telah menyiapkan dana senilai Rp100 miliar untuk NIF ini. Dana ini kami siapkan untuk para teknopreneur terpilih dan akan dikelola oleh Dewan Komisi Investasi yang terdiri dari 4 anggota, yaitu: Shinta Dhanuwardoyo, Hasan Yahya, Erik Meijer, dan Jastiro Abi. Sementara saya sendiri sebagai Principal NIF. Continue Reading »

  • posted by Jun 10th, 2011

    anin trump jrSelama ini banyak orang bertanya kepada saya soal pengalaman saya menjadi penerus bisnis keluarga.Saya terlahir sebagai anggota generasi ketiga di keluarga Bakrie, yang selama ini dikenal sebagai keluarga pengusaha. Terkadang ada yang mempertanyakan, apakah saya atau saudara-saudara saya lainnya, bisa sukses meneruskan bisnis keluarga.

    Ini karena ada stigma bahwa generasi penerus hanya orang yangberuntung dan tidak perlu berusaha keras, tinggal mewarisi hasil kerja generasi sebelumnya. Anggapan itu tidak benar.

    Hal itu juga mengemuka saat acara “Globe Young Leaders Forum”, di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin, 6 Juni 2011 lalu. Saat itu, saya diundang berbicara dalam sesi diskusi “2nd Generation Corporate Leaders: Opportunities and Challenges”. Di acara tersebut, juga hadir Vice President of Trump Organization, Donald Trump, Jr., yang merupakan anak pengusaha ternama Amerika Serikat, Donald Trump. Continue Reading »

  • posted by Jun 2nd, 2011

    Jakarta’s leadership in Asean paves the way for an expanded global profile.

    1024px-Seal_of_ASEAN.svgSince assuming the rotating chairmanship of the Association of Southeast Asian Nations (Asean) earlier this year, Indonesia has made its leadership felt on multiple fronts, revealing the political weight of Southeast Asia’s most populous country. The new mood in Jakarta contrasts sharply with the defensiveness that marked Indonesian foreign policy in the long and chaotic aftermath of President Suharto’s fall from power in 1998.

    The border spat between Thailand and Cambodia provided an early test of Indonesia’s diplomatic mettle. The fighting is the deadliest ever seen between Asean nations since the organization’s founding in 1967. Since February more than 20 people have died and 85,000 have been displaced in skirmishes over ownership of the area surrounding the 11th-century Hindu temple of Preah Vihear, which lies in Cambodia. Fanned by domestic politics in both Thailand and Cambodia, the border clashes threatened to undermine Asean’s credibility as a regional peacekeeper.

    Both sides’ preferred approaches presented problems for Asean’s role as a mediator. Thailand, as the more powerful side, wanted to keep the border issue bilateral, which in this case would give Asean only a de minimis role. Cambodia sought to internationalize the issue, but it looked not to Asean but to the United Nations Security Council for a diplomatic platform. Continue Reading »