-
posted by Anindya May 16th, 2011
Bagi banyak orang, isu ramah lingkungan dan isu ekonomi adalah dua isu yang berbeda. Kepentingan kelestarian lingkungan dan kepentingan bisnis seolah dua hal yang bertolak belakang. Ini jelas pandangan yang keliru.
Saat ini, isu sustainability ini sudah menjadi isu ekonomi. Lihat saja contohnya di World Economic Forum (WEF) yang akan diadakan di Indonesia 12-13 Juni untuk versi Asianya. Dua dari tiga topiknya saja sudah berkecimpung di bidang kelestarian. Yang pertama sustainable consumption, lalu urban sustainability, baru yang ketiga adalah international trade. Jadi ini menunjukkan bahwa kita percaya sustainability adalah isu ekonomi.
Hal itu saya sampaikan saat saya menjadi pembicara dalam diskusi “Peluang dan Tantangan Menuju Green Economy dengan Indeks SRI KEHATI”. Dalam kesempatan itu saya juga meyakinkan bahwa isu lingkungan itu sangat terkait dengan bisnis, bisa menjadi strategi bisnis, dan bisa menguntungkan secara bisnis. Continue Reading »
Posted in 1 | No Comments »
-
posted by Anindya May 16th, 2011
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-18 baru saja usai, 7 sampai 8 Mei 2011 lalu di Jakarta. Besoknya, zaya menghadiri dua acara untuk berbicara mengenai ASEAN atau KTT ASEAN tersebut. Pertama adalah 8th ASEAN Leadership Forum. Di acara ini, saya menjadi pembicara dalam diskusi “Enhancing ASEAN Connectivity: From Master Plan to Implementation”. Lalu di hari yang sama saya juga mendapat undangan tampil live di TV MNC Business untuk membahas ASEAN juga.
Melalui tulisan ini, saya akan menceritakan kembali materi soal ASEAN yang saya bicarakan di dua acara tersebut. Berbicara soal ASEAN selalu menarik bagi saya. Ada beberapa hal yang membuat ASEAN ini menarik. Pertama dalah soal skalanya. Jika kita lihat jumlah penduduk ASEAN jelas sangat besar. Saat ini ada sekitar 600 juta penduduk, atau sekitar 10 persen dari total penduduk dunia yang berjumlah sekitar tujuh miliar. Ini jelas merupakan pangsa pasar yang sangat besar.
Demografi ASEAN juga didominasi kaum muda. Lebih dari 10 persen dari 600 juta penduduk ASEAN itu usianya di bawah 14 tahun. Ini artinya 10 tahun dari sekarang, mereka masih masuk dalam usia produktif bahkan masih mulai mencari kerja. Selain itu, yang menarik lagi dari ASEAN ini adalah skala ekonominya. Jumlah PDB ASEAN adalah USD1,6 triliun. Ini sedikit lebih besar dari India. Jadi ASEAN ini selain penduduknya banyak, juga memiliki nilai ekonomi yang besar. Continue Reading »
Posted in 1 | No Comments »
-
posted by Anindya May 15th, 2011
There was a lot of backslapping and talk of mutual respect when Chinese Prime Minister Wen Jiabao visited Indonesia last month. In recognizing each other as great Asian nations, China and Indonesia placed in context a history of sometimes turbulent relations stretching back to 1950. It might be useful to see the period since then as the sum of several phases: 17+23+8+13.
Jakarta was the first Southeast Asian capital to establish diplomatic relations with Beijing, in July 1950. However, just 17 years later, in October 1967, Indonesia froze ties with Communist China, driven to desperation by its support for the ethnic Chinese in Indonesia and the largely ethnic Chinese Indonesian Communist Party (PKI). Under former President Suharto, who came to power in an anti-communist coup that took many ethnic Chinese lives, Indonesia entered a viscerally anti-communist phase that translated into hostility toward the Chinese at home and China abroad.
Indonesia’s anti-communist stance played an important role in cementing pro-Western solidarity in Southeast Asia during the cold war, when China was on the opposing side, at least until the dramatic Sino-American detente of 1972. It took 23 years, during which Deng Xiaoping’s accession to power had begun to change China’s domestic system, for Sino-Indonesian relations to be resumed, in August 1990. Continue Reading »
Posted in 1 | No Comments »
-
posted by Anindya May 6th, 2011
Banyak orang yang mengenal Group Bakrie, namun tak banyak yang mengenal Achmad Bakrie sebagai sang pendiri. Maka PT Bakrie & Brothers Tbk menerbitkan buku “Achmad Bakrie – Sebuah Potret Kerja Keras, Kejujuran dan Keberhasilan” agar sosok Achmad Bakrie dikenal luas. Agar buku tersebut semakin tersebar luas dan mudah diperoleh, saat peringatan ulang tahun Group Bakrie ke 69, 10 Februari 2011 lalu, diluncurkan versi elektronik atau e-book-nya.
Saya merasa gembira dan tentu saja menyambut baik hal itu. Sebagai cucu dari Almarhum Haji Achmad Bakrie, tentu saja saya merasa bangga, buku yang sebagian berisi testimoni kolega almarhum ini dapat disebarkan secara lebih luas dan lebih murah. Dengan demikian nilai-nilai dan keteladanan dari beliau dapat lebih banyak diresapi oleh para wirausahawan dan profesional generasi saya, yang tidak sempat mengalami “Era Achmad Bakrie”.
Sebagai pengusaha sekaligus profesional dalam Kelompok Usaha Bakrie, saya sangat meyakini arti penting sebuah instrumen berupa ‘Nilai’ yang memandu semua aktivitas kita, baik dalam berbisnis, maupun dalam kehidupan kita sehari-hari. Nilai yang diwariskan oleh almarhum Achmad Bakrie adalah pentingnya kita menjadi pribadi yang kontributif dimanapun kita berada. Pribadi yang memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya dan dalam arti yang lebih luas adalah pribadi yang memberi manfaat untuk bangsa, negara dan juga dunia. Continue Reading »
Posted in 1 | 1 Comment »
-
posted by Anindya Apr 14th, 2011
In the 1960s, Canadian media theorist Marshall McLuhan wrote with prophetic insight that the world was “no more than a village.”
“Electric speed at bringing all social and political functions together in a sudden implosion has heightened human awareness of responsibility to an intense degree,” he argued.
Five decades later, the prophetic has become ordinary. The term “global village” has passed into the lexicon of internationalist thinking so well that, today, it would be dramatic to suggest that we don’t live in such an interconnected world.
As a global villager, I find the term indispensable because it reflects four key aspects of the modern world. Continue Reading »
Posted in English | No Comments »
INSTAGRAM
TWITTER
FACEBOOK
-