-
posted by Anindya Apr 2nd, 2011
Di Ritz Carlton, Jakarta, Jumat 1 April 2011
Bismillahirohmanirohim.
Assalamualaikum Wr Wb.
Salam sejahtera untuk kita semua.
Presiden Republik Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang kami hormati dan banggakan.
Ibu Negara, Ibu Ani Yudhoyono yang kami hormati dan sangat muliakan.
Bapak Menko perekonomian dan ibu Oke Hatta Radjasa yang kami Hormati.
Ibu dan Bapak menteri, para anggota Kabinet Indonesia Bersatu ke-dua yang kami hormati.
Bapak Gubernur DKI.
Dewan Kehormatan, Dewan Pertimbangan, Dewan Penasehat, sesepuh dan senior Kadin Indonesia.
Ketua Umum Kadin Indonesia Bapak Suryo Bambang Sulisto beserta Ibu Cici.
Para Ketua Umum Kadinda dan asosiasi, ibu-ibu dan bapak-bapak tokoh dan para pengusaha nasional, serta para hadirin yang terhormat.
Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, bahwa pagi ini kita semua masih diberi nikmat, berupa sehat dan kelapangan waktu, sehingga dapat berkumpul di tempat yang berbahagia ini. Continue Reading »
Posted in 1 | No Comments »
-
posted by Anindya Apr 1st, 2011
Saat ini, dunia sudah sangat berubah. Perkembangan teknologi telah memungkinkan dunia semakin ada di dalam genggaman kita. Jika dahulu diawal perkembangannya, ukuran komputer sebesar sebuah kamar, kini semakin kecil dan bisa dimasukkan ke dalam kantong kita. Dengan teknologi informasi, semua hal ada di genggaman kita. Koran, TV, kantor, bahkan bos kita, bisa kita masukkan ke dalam kantong.
Zaman telah berubah. Kita telah masuk ke era di mana teknologi telah menjadi kebutuhan dasar. Kini hampir semua orang membutuhkan dan memiliki telepon selular (ponsel). Padahal kalo kita lihat ke belakang, beberapa tahun lalu, hal ini masih menjadi mimpi bagi sebagian besar orang Indonesia. Saat itu masih jarang orang yang memiliki ponsel atau HP. Ponsel masih sangat mahal. Hanya ada dua operator yang mendominasi pasar.
Karena itu, saat mulai merintis Bakrie Telecom (BTEL) pada 2005 lalu saya bertekad memecahkan persoalan tersebut. Akhirnya saat ini mimpi itu terwujud. Esia mengubah mimpi memiliki dan menggunakan ponsel bagi semua orang menjadi kenyataan, dengan menghadirkan ponsel murah, dan tarif murah. Sebelum Esia muncul, hanya terdapat 15% orang Indonesia yang memiliki ponsel. Sekarang, dengan hadirnya Esia, sudah 60% lebih yang memiliki ponsel. Jika dalam kalender masehi ada Before Christ (BC) dan Anno Domini (AD), maka kami membedakan jaman di era telekomunikasi mejadi BE (Before Esia) dan AE (After Esia). Continue Reading »
Posted in 1 | No Comments »
-
posted by Anindya Mar 28th, 2011
Hari Minggu , 27 Maret 2011 saya mendapat tugas menyenangkan. Tugas saya sederhana, yakni memprovokasi dan ‘meracuni’ mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi pengusaha, khususnya pengusaha di sektor pertanian, peternakan dan perikanan. Walaupun harus sedikit membuat argumentasi yang meyakinkan untuk istri dan anak-anak, karena menyita waktu libur keluarga, tapi tantangan ini agak sulit untuk diabaikan.
Yang mengundang saya adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IPB dalam kegiatan Leadership and Entrepreneurship Scool (LES). Ini sebuah kegiatan intra kurikuler yang bertujuan mencetak para mahasiswa lulusan IPB untuk menjadi para pengusaha.” Kami ingin menunjukkan kepada pak Anin, bahwa kegiatan mahasiswa bukan hanya demonstrasi dan mengurusi politik saja,” kata Wakil Presiden Mahasiswa IPB Ary Santoso.
Nah cocok sudah. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, dimana saya duduk sebagai wakil ketua umum bidang organisasi, memang bertekad untuk mencetak para pengusaha baru. Targetnya, sekitar empat (4) juta orang, dalam waktu lima tahun ke depan. Ini merupakan program Kadin membantu pemerintah untuk ikut memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Angka 4 juta merupakan standar rasio minimum 2 % dari total jumlah penduduk, agar sebuah negara dapat dikatakan sebagai negara maju.Sasaran Kadin adalah penguatan pengusaha di daerah, agar terjadi pemerataan. Continue Reading »
Posted in 1 | No Comments »
-
posted by Anindya Mar 28th, 2011
Di tulisan sebelumnya di blog ini, saya telah menceritakan pengalaman unik saya menjadi dosen dan wartawan dadakan. Nah, kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya menjadi moderator diskusi. Ini juga merupakan pengalaman unik bagi saya. Unik, karena biasanya jika menghadiri kegiatan atau diundang dalam sebuah diskusi, saya menjadi pembicara, atau malah kadang hanya jadi penonton. Tapi kali ini dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan Kadin Provinsi Kepri, Selasa, 22 Maret 2011 lalu, saya ditunjuk sebagai moderator.
Diskusi itu bertajuk “Refreshment Free Trade Zone di Batam, Bintan dan Karimun”. Hadir sebagai narasumber: Menteri Perindustrian MS Hidayat, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Sani, dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto. Pesertanya beragam, pengusaha, praktisi hukum, pejabat pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan lain-lain. Ini adalah pengalaman pertama saya menjadi moderator.
Meski saya sedikit beruntung karena menguasai tema diskusi, namun tetap saja menjadi moderator itu bukan pekerjaan mudah. Sebab moderator harus memimpin dan memandu diskusi agar fokus dan membuat diskusi menjadi interaktif. Moderator juga harus menjadi semacam wasit yang mengatur waktu bicara agar semua mendapat jatah bicara secara adil. Bahkan ada yang bilang sukses tidaknya atau menarik tidaknya sebuah diskusi, ditentukan oleh moderatornya. Terbayang kan beratnya tugas moderator? Continue Reading »
Posted in 1 | No Comments »
-
posted by Anindya Mar 23rd, 2011
Sebaik-baik manusia, kata ajaran agama, adalah yang panjang umurnya dan banyak amal baiknya. Ajaran itu seperti terngiang kembali ketika saya bertemu dengan pengusaha nasional Tong Djoe di Batam hari Selasa, 22 Maret 2011, kemarin.
Saya berada di Batam menghadiri pelantikan pengurus Kadinda Kepulauan Riau, sekaligus diminta menjadi moderator dalam diskusi tentang “Refreshment Free Trade Zone Batam, Bintan dan Karimun”. Pembicara diskusi tersebut antara lain Menperin MS Hidayat, Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto dan Gubernur Kepri Muhammad Sani.
Seusai acara, seorang teman memperkenalkan saya dengan Bapak Tong Djoe. Nama beliau sudah lama saya kenal. Beberapa cerita tentang semangat nasionalismenya juga saya baca di berbagai media. Tapi saya tidak menyangka ketika bertemu langsung, ternyata figurnya sangat bersahaja. Continue Reading »
Posted in 1 | No Comments »
INSTAGRAM
TWITTER
FACEBOOK
-